Mindset yang harus dimiliki pemimpin di era digital

Posted on

Mindset yang harus dimiliki pemimpin di era digital seperti sekarang ini

Kembali lagi di blog saya, yang bertemakan sharing pemikiran dan juga kewirausahaaan basis digital marketing

Di usia saya yang sekarang boleh di bilang bukan puber lagi alias mendekati 30 tahun, sedikit demi sedikit saya mulai mengingat tentang pengalaman – pengalaman, yang dulu pernah di lewati

yaitu ketika saya hidup di kota bekasi mulai dari kecil sampai dewasa, banyak hal yang saya temukan dan alami

seperti berorganisasi, bekerja, bertemu dengan pebisnis perantau yang sukses, bertemu teman – teman bapak saya, yang memang kebanyakan dari mereka adalah pemimpin bisnis, sampai akhirnya bapak harus saya suruh pulang ke kampung dan menikmati masa tua, mengerjakan apapun di desa yang penting dia bahagia.

ada juga yang saya di ceramahi setiap hari tentang wirausaha pada waktu bekerja dengan seorang karyawan yang memang juga sambil bisnis ( alias nunggu pensiunan doank dia kerja ) yang hanya 4 tahun lagi kalau tidak salah,

sampai saya berpikir ini orang nyeramahin gw melulu, padahal saya sama sekali kurang antusias alias ya iya doang, maklum saya hanya berpikir lembur dan lembur saja kala itu hehe,

Dan masih banyak sekali yang lain nya, yang tentu saja sangat berhubungan dengan leadership paradigm.

blog uun wijianto

Yah itu bagian dari perjalanan hidup saya tentunya, yang dahulu sama sekali tidak pernah terbesit untuk saya perhatikan lebih dalam, perhatikan saja tidak apalagi mau mempraktek kan hehe

Tapi beberapa tahun belakangan ini tepatnya tahun 2014, saya sudah mulai sedikit demi sedikit mengingat petuah – petuah langsung dari mereka ataupun pengamatan saya dari perilaku mereka atau apapun yang mereka bicarakan dan lakukan sepengetahuan saya

Karena situasi saat itu yang mendorong saya untuk berpikir berbeda yang dahulu goal saya ingin menjadi karyawan tetap dan membahagiakan keluarga saya saja, tetapi pada situasi yang saya alami selanjutnya sepertinya saya harus berbuat, untuk banyak mencakup kepada orang lain selain keluarga saya saja, entah apapun itu

Dan akhirnya di tahun 2014 saya sudah mulai berjualan sambil bekerja.

Hingga singkat cerita saya ketemu dengan bisnis online dan mulai mendalami dari tahun 2016 akhir sampai sekarang

memulai bisnis online

Baik secara singkat saya akan menulis pemikiran saya dan pandangan saya tentang apa yang saya alami, saya lihat, saya amati yang dari hal itu saya bisa mengambil kesimpulan.

hingga saya bergegas untuk segera menulis tentang mindset yang harus dimiliki pemimpin di era digital

Pernahkah anda berpikir bahwa cara yang dilakukan untuk pengelolaan organisasi dan team ( contoh organisasi bisnis ) oleh orang – orang jaman old ? tentu akan berbeda dengan saat ini, bahkan bisa jadi pola pikir yang dipakai oleh orang – orang yang dulu mengajari saya tentang organisasi mungkin tidak bisa di pakai lagi di masa sekarang atau hanya sebagian nya saja yang kemungkinan masih bisa di pakai.

kita sepakat bahwa dunia bisnis yang berkembang saat ini telah banyak berubah dan berbeda cukup jauh dibandingkan dengan 10 sampai 100 tahun yang lalu.

Konsep manajemen yang di anut oleh kita sekarang pun bisa jadi telah usang, iya sekarang kebanyakan milleneal cuy yang jadi perhatian manajemen kita, terutama sdm itu sendiri.

karena memang ada nya pergeseran tentunya, Perubahan yang paling signifikan diantaranya adalah tentang komunikasi, informasi dan juga teknologi

Artinya jika manajemen yang lama dan pola pikir lama tersebut masih digunakan saat ini maka bisa jadi akan menyebabkan hal yang tidak di inginkan terjadi di bisnis atau organisasi kita

kegagalan bisnis

Tapi sebelum berbicara pengelolaan apalagi pengelolaan team, saya akan membahas tentang mengubah pola pikirnya terlebih dahulu.

Lalu bagaimana mindset yang seharusnya dimiliki oleh pemimpin di era digital seperti sekarang ini ?

YANG PERTAMA POLA PIKIR BUKAN LABA TERLEBIH DAHULU TAPI TENTANG VISI

mindset yang harus dimiliki pemimpin di era digital

Kalau jaman dulu pasti kebanyakan organisasi di bangun atas dasar kepentingan laba atau pencapaian keuntungan. Yang dimana mentalitas industri mereka tumbuh yang akan mengejar margin atau keuntungan besar. Yah itu fakta yang saya tangkap dari beberapa penyampaian mereka – mereka ini ..

Sedangkan market yang ada akan semakin selektif atau sangat kompetitif dan hanya di menangkan oleh organisasi yang bisa memberi nilai lebih bagi penggunanya, baik masyarakat atau pun stakeholder nya

Sebaliknya organisasi ( bisnis ) yang di masa sekarang malah justru menerapkan prinsip sebaliknya contoh tokopedia dan sejenis nya, yang dia mengangkat visi terlebih dahulu, laba nya belakangan, ( bukan berarti tidak memikirkan laba yah ) visi disini adalah niat mulia dan juga atas gerakan sosial, contoh nya mengangkat ukm Indonesia dengan di berikan nya fasilitas yang sudah kita ketahui di tokopedia dan sejenisnya saat ini.

Toh mereka saat ini masih bertahan kokoh bukan, bahkan mampu mendistrupsikan yang lain agar terjaring kepada misi mereka, contoh konter hp yang juga ikut jualan di tokopedia sekarang, karena akan mampu menambah penghasilan mereka juga,  jadi laba akan beriringan walaupun belum maksimal, karena yang terpenting adalah dampak positifnya.

YANG KEDUA BUKAN SEMATA MEMERINTAH TETAPI MELAYANI, MENGAJAK DAN MENGINSPIRASI

MENGAJAK DAN MENGINSPIRASI

Pada dasarnya karyawan atau team pada saat ini ingin di perlakukan sebagai seorang individu dengan nilai maupun sasaran mereka sendiri, bukan sekedar factor produksi saja.

Karyawan dimasa sekarang dan juga mungkin ke depan akan melakukan pekerjaan yang basis nya adalah pengetahuan dan juga mengerjakan lebih sedikit pada tugas rutin ( improvment )

Dan ini sudah saya lakukan, dimana mereka tidak saya suruh untuk bekerja seperti robot, melainkan mereka di beri kebebasan mulai dari yang sederhana seperti harus rileks, tidak perlu mantengin pekerjaan komputer terus, melainkan boleh menggali sesuatu yang akan bermanfaat bagi mereka dan usaha yang kami kelola.

Bahkan kerja sambil tiduran pun boleh bagi saya yang penting tetap relevan terhadap hasil ataupun prosedur pekerjaan nya.

Iyah yang paling utama bagi saya adalah bagaimana usaha mengalami kemajuan karena attititude dan pengetahuan mereka bertambah baik, karena kita harus senantiasa beradaptasi dengan kemajuan atau perubahan yang ada untuk dapat bertahan dan berkembang.

Kalau boleh kita katakan maka akan dibedakan menjadi 2 jenis pemimpin, yaitu pemimpin tradisional dan pemimpin millenial :

Pemimpin tradisional akan bemindset hanya mengontrol, tapi pemimpin millenial harus lah juga menginspirasi.

Pemimpin tradisional mengatakan dirinya adalah komandan tertinggi, atau atasan. Tapi pemimpin milenial bermindset menjadi mitra atau kawan satu team.

Pemimpin tradisional akan bermindset menganalisis, merencanakan, melaksanakan dan juga mengontrol yah itu faktanya, karena saya juga pernah di pimpin oleh orang – orang ini, hehe dan pemimpin millennial akan menginspirasi, memfokuskan, mendorong dan juga mengakui.

Pemimpin tradisional akan bermindset bagaimana dirinya menjadi manager atau pengontrol, sedangkan pemimpin sekarang atau milenial akan bermindset sesame pekerja dan pembelajar

Dari segi keterbukaan informasi kalau pemimpin tradisional akan cenderung menyembunyikan informasi, akan tetapi pemimpin millennial akan terbuka bahkan bisa berbagi informasi.

kapten sepakbola

jika kita analogikan dalam sepakbola maka pemimpin juga bisa di debut sebagai kapten dalam team sepakbola tersebut, kalau seorang pemimpin millennial akan menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari team, menjadi mitra bagi team nya sendiri dan menjadi kawan satu team.

Jika dengan mindset seperti ini maka posisinya akan mensugesti bukan semata – mata memerintah walaupun itu di perlukan sesuai wewenang nya.

Tapi dominan nya adalah haruslah menginspirasi tim nya agar termotivasi dan terus bergerak mencapai visi organisasi bersama – sama.

Dan dia juga harus melayani team nya, memenuhi kebutuhan nya untuk mencapai tujuan nya dan sama – sama bekerja keras bersama team, berbagi tugas dan juga berbagi tanggung jawab dengan team nya.

YANG KETIGA BERMINDSET HORIZONTAL BUKAN VERTIKAL

horizontal

Seorang pemimpin millennial haruslah membangun dan Pembina hubungan internal maupun eksternal dan juga harus bisa dalam mengajak orang lain untuk berkomitmen kepada suatu komunitas / organisasi. Artinya peran kekeluargaan atau membina hubungan untuk kepentingan bersama.

Dan masih banyak lain nya seperti, bukan tentang hirarki atau susunan dari atas kebawah melainkan tentang sebuah jaringan artinya semua berperan bukan dilihat dari siapa yang no 1, 2 , 3 dan seterus nya.

Dari apa yang saya tulis di blog ini, tentu anda harus bisa mengambil kesimpulan, bahwa kepemimpinan model dahulu di dalam bidang usaha atau organisasi, akan sedikit atau banyaknya tentu berbeda dengan kepemimpinan sekarang,

yang banyak di ambil alih oleh millennial, mulai dari jaman nya yang berubah, teknologi berkembang, perilaku sdm yang berubah dan memang sudah waktunya generasi millennial mengambil alih tugas kepemimpinan, dimanapun yang anda mau, baik di bidang wirausaha, organisasi social, atau pemerintahan.

karena yang tua – tua udah akan kembali ke asalnya hehehehe, dan kita – kita ini yang harus mulai belajar dari sekarang.

Terimakasih, Semoga bermanfaat demikian artikel tentang mindset yang harus dimiliki pemimpin di era digital

Salam Uun WE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *