Mengapa reseller lebih di rekomendasikan di banding dropshipper

Mengapa reseller lebih di rekomendasikan di banding dropshipper

Mengapa reseller lebih di rekomendasikan di banding dropshipper

Sangat menarik untuk saya bahas tentang hal, yang menjadi ke umuman di bidang online marketing yaitu pilih mana reseller atau dropshipper, mulai dari mana reseller atau dropshipper dan lain sebagai nya.

Tapi satu hal yang harus anda ketahui, bahwa tidak ada yang buruk atau jelek di 2 model bisnis ini kecuali memang individu itu sendiri yang melakukan keburukan hehe,

contoh menjual barang yang tidak sesuai, menjual barang asal untung tanpa memperhatikan dari sisi konsumen itu sendiri ( dominan mengecewakan )

Ok baik sebelum kita membahas topik utama Mengapa reseller lebih di rekomendasikan di banding dropshipper

Kita akan membahas perbedaan mendasar antara dropshipper dan reseller itu sendiri,

Mengapa reseller lebih di rekomendasikan di banding dropshipper

Secara sekilas prinsip kerjanya sama saja yaitu menjualkan barang instansi tertentu, atau tidak punya produk sendiri.

Tapi bila di lihat secara seksama, ada perbedaan nya,

Reseller itu membeli produk yang akan di jual ke konsumen tersebut kepada suplier.

Atau Menstok produk, lalu akan mendapatkan diskon tertentu dari suplier yang nanti nya sang reseller bisa mendapat keuntungan lebih besar, baik dari diskon langsung dari kulakan maupun margin yang dia tentukan sendiri

Jika ada yang membeli maka sang reseller akan mengirimkan barang dari stok yang di miliki tersebut

Dropshipper cara kerjanya yaitu tanpa membeli produk terlebih dahulu, biasanya hanya bermodalkan katalog atau script – script lain yang bisa di pakai untuk berjualan,

selanjutnya jika ada yang membeli maka tinggal pesan kepada suplier untuk di kirimkan ke pembeli sang dropshipper dan label pengiriman pun atas nama sang dropshipper tersebut.

Biasanya tidak ada diskon khusus dari suplier tetapi hanya mengambil margin yang di tentukan oleh diri nya sendiri.

menjadi reseller rineva

Selanjutnya membahas tentang kelebihan dan kekurangan dari 2 model bisnis tersebut yaitu reseller dan dropshipper.

Reseller Dilihat dari segi kelebihan :

1. Mendapatkan diskon dari suplier dengan jumlah pembelian tertentu.

2. Dapat dua keuntungan yang pertama dari diskon yang di berikan ke suplier yang kedua dari margin yang dia tentukan sendiri,

Ada sedikit catatan apabila suplier tersebut ingin menjaga ke stabilan harga, agar tidak terjadi banting – bantingan harga di pasaran khusus nya marketplace dari segi platform, atau marketer pemula dari segi person, yang memang belum mengerti tentang ilmu penjualan, atau ngertinya harus jual murah biar laku. hehe..

Biasaya sang suplier menerapkan harga nasional atau hett ( harga nett ) ke end user ( harga ke konsumen telah di tentukan ) maka sang reseller tentu akan lebih di untungkan, karena harga belanja sudah dapat diskon dari suplier.

3. Mengetahui benar – benar barang yang akan di jual nya, karena telah memiliki stok nya, bagi reseller yang berpikir growth ( ingin peningkatan ) maka akan menjadi senjata yang sangat ampuh, untuk ngulik produk tersebut.

Contoh membuat foto produk sendiri, membuat video review sendiri, membuat konten yang original, dll. yang hal tersebut akan sangat lebih menguntungkan dari segi persaingan pasar, yang haus akan perbedaan.

Di atas perbedaan tersebut, anda membedakan dari nilai tambah atau value.

baik value secara penyajian yang indah, penjelasan yang lebih jelas melalui video dll.

4. Melatih mentalitas menjadi bisnis owner, iyah salah satu keunggulan menjadi reseller adalah tentang mentalitas, mentalitas dari segi apa yah ?

Dari segi keberanian tentu saja, yang saya maksud dengan berani disini adalah keberanian spekulasi tentang stok produk.

Reseller dilihat dari kekurangan :

1.  Dari segi permodalan, jika anda memiliki modal yang minim tentu ini bukan pilihan yang menyenangkan menjadi seorang reseller, akan di jelaskan di point no 2.

2. Resiko, resiko barang tidak laku , dan stok menumpuk. Tentu ini bisa di siasati tapi nanti akan saya bahas di bagian akhir.

3. Akan di repotkan dengan packaging produk, kirim produk sendiri.

4. Penguatan dari point no 1 yaitu harus memiliki modal yang cukup.

Itulah pendapat saya tentang kelebihan dan kekurangan seorang reseller, tentu juga kita akan ulas dan mengambil kesimpulan nanti di bagia akhir.

Sekarang kita akan lanjut, Kelebihan maupun kelemahan dropshipper.

Dropshipper dilihat dari kelebihan :

1. Bisa di mulai dengan modal yang sangat minim, ( bukan berarti tanpa modal ) hehe.. anda akan tetap butuh modal, untuk marketing misal nya.

2. Tanpa perlu di repotkan untuk packing, atau kirim barang,  ini indah banget yah.. iya hal tersebut sudah di kerjakan oleh suplier anda tentu saja.

3. Tidak ada resiko barang tidak laku lalu menumpuk di tempat anda, hal ini bukan rahasia umum lagi yah, karena emang gak nyetok.

Dropshipper dilihat dari kekurangan :

1. Ketergantungan dengan suplier sepenuhnya ( sepenuhnya disini artinya anda memang benar – benar tidak memiliki kendali ) contoh nya stok barang, waktu dikirim, keamanan packaging, hal ini mau tidak mau harus anda pasrahkan benar – benar ke suplier,

Jika suplier tersebut profesional, maka anda bisa bernafas lega, tapi di balik profesionalisme pasti akan ada kesalahan juga, atau kelalaian, seperti kesalahan warna, jumlah pcs dll.

Inget konsumen anda lah yang akan menjadi korban nanti nya.

2. Tidak tau kualitas suatu produk karena memang anda tidak mengetahui persis apa yang di jual, atau hanya lihat di foto saja. jika anda memiliki suplier di marketplace, lalu beramsumsi bahwa lihat dari ulasan saja cukup. Itu bisa jadi patokan.

Jika memang benar – benar bagus maka anda beruntung, tapi yang perlu anda tau adalah bahwasanya pembeli di marketplace itu, jika mereka memberi ulasan bukan karena produk telah di gunakan, melainkan telah di terima. ( ini kebanyakan loh yah )

Jadi belum menggunakan atau mengkonsumsi nya beberapa hari, sampai tau benar manfaat nya baru ngasih ulasan, atau memang ada tapi jumlah nya sedikit.

3. Tidak membangun mental bisnis owner, iya masalah menjadi bisnis owner nya entah kapan itu tidak masalah, tapi semakin anda terlatih otomatis akan semakin cepat,

Dan dropshipper ini begitu di manjakan dengan hal – hal yang menjadi bagian dari system bisnis owner, di sana anda tidak terjun atau tidak memiliki kendali, atau bahkan tidak mau memiliki kendali.

4. Dari sisi margin akan lebih kecil, karena tidak mendapatkan diskon dari suplier, atau mengandalkan dari margin yang anda tentukan sendiri,

disini ketrampilan marketing anda sangat di perlukan. Apabila anda belum menguasai ilmu penjualan ( atau masih sempit pandangan tentang penjualan ) maka akan sangat kerepotan.

Contoh nya anda akan bersaing dengan suplier sendiri dengan harga suplier yang pasti lebih murah.

Baik saya kira cukup ulasan tentang kekurangan dan kelebihan dari reseller dan dropshipper, kita akan lanjut ke bagian akhir yaitu kesimpulan,

Dari judul artikel ini yang membahas tentang Mengapa reseller lebih di rekomendasikan di banding dropshipper.

reseller sukses dropshipper sukses

 

Kesimpulan pertama, Bisa memulai untuk melihat dari segi keadaan anda sekarang, apakah anda baru memulai bisnis online

Apakah anda memiliki modal yang cukup, apakah anda sudah memiliki pandangan bisnis yang matang dll.

Atau jika keadaan anda sekarang sudah cukup matang dalam bisnis online, memiliki modal yang cukup, ingin naik level untuk skala yang lebih besar dan lebih menantang.

Keadaan tersebutlah yang akan menentukan, jika anda membaca tulisan ini dari atas sampai bawah tentu anda akan dapat menarik kesimpulan sendiri sedikitnya 1 sampai 3 kesimpulan..

Kesimpulan kedua, saya akan merekomendasikan, jika di lihat dari kematangan, modal sudah ada maka menjadi reseller lebih baik karena reseller setingkat lebih tinggi di banding dropshipper.

reseller akan melatih anda untuk berpola sebagai seorang bisnis owner. Sebelum menjadi bisnis owner beneran yah. Di point kelemahan reseller tadi saya membahas tentang kemungkinan produk tidak laku,

Saya asumsikan disini anda sebelum menjadi reseller, pasti nya anda sebelum nya sudah menjadi seorang dropshipper hingga menjadi matang,

oleh karena itu sebelum anda stok produk otomatis anda sudah memiliki data dari hasil riset selama anda menjadi seorang dropshipper kan, sehingga berani nyetok ?? OK Masalah selesai..

Lalu yang kedua, jika anda baru memulai dan belum cukup matang di tambah dukungan tidak memiliki modal yang cukup, maka dropshipper adalah pilihan terbaik untuk memulai,

Selagi anda menjadi dropshipper maka anda harus melatih ilmu marketing secara serius, baik dari penetrasi target market, riset produk yang pas untuk market anda, jenis traffic yang paling menonjol.

Lalu menganalisa data untuk scale up agar mendapatkan cash yang nanti nya bisa di gunakan untuk memiliki stok sendiri, dan mengendalikan bisnis secara mandiri.

Baik sekian mengapa reseller lebih di rekomendasikan di banding dropshipper ( syarat ketentuan berlaku ) jika bermanfaat boleh di share ke teman – teman anda yah.

 

Salam

Uun WE

 

 

Tinggalkan Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

KONTAK WHATSAPP
Kontak Whatsapp