Mana yang lebih penting kualitas atau kuantitas

Mana yang lebih penting kualitas atau kuantitas

Posted on

Saat nya mulai berpikir mana yang lebih penting antara kualitas atau kuantitas dalam hal apapun termasuk bisnis

Tentu saja keduanya akan lebih baik jika jalan bersamaan, tapi apakah semudah itu untuk mencapai nya ? Tentu tidak, ada waktu dan proses yang harus anda lewati, dan ini bukan cuma menyangkut tentang barang atau produk saja ( pemahaman umum )

Tapi termasuk juga pada manusia secara individu maupun kelompok yang menggerakan usaha, organisasi atau yang lain nya. Yang nanti akan masuk kepada alur tentang kualitas dan kuantitas.

Hallo semua, artikel kali ini saya akan membahas tentang suatu hal yang juga menjadi fundamental atau prisip dasar yang sangat penting. Dan pastinya akan menyangkut banyak hal di dalam kehidupan nyata.

Yaitu tentang peran mana yang lebih penting atau di dahulukan antara kualitas dan kuantitas.

Tentu kalau secara sadar pasti kedua hal tersebut haruslah di miliki oleh individu, perusahaan, komunitas, produk, jasa dll ( Kualitas oke kuantitas juga oke )  Iya kita akan mengarah kesana, tapi tidak sesedarhana itu pemahaman nya. Oleh karena itu baik nya anda baca sampai selesai yah.

Kualitas disini adalah sebuah nilai yang di tentukan oleh orang lain atau lembaga kepada pribadi kita , perusahaan, team, komunitas, karya dll.

Penilaian pada diri sendiri pun bisa kalau anda mengatakan bahwa baju yang anda pakai berkualitas. Atau siapapun itu mereka berhak menilai, yang dapat dilihat berdasarkan pencapaian ATAU Pengukuran tertentu, dalam kurun waktu atau moment tertentu.

Atau juga bisa dalam bentuk produk, layanan yang dapat di nilai oleh diri anda sendiri, orang lain, lembaga, komunitas dll. Apakah berkualitas menurut mereka atau tidak, Misalnya dalam bentuk ungkapan ( Bagus, keren, oke, memuaskan, bikin pede, awet banget dll ) yang sifatnya positif, karena itu sudah mewakili beberapa bagian dari berkualitas.

Kuantitas sendiri adalah banyak nya jumlah yang bisa di lihat, digunakan, dinikmati atau di pahami oleh diri kita sendiri, orang lain, komunitas, lembaga dll. Jadi point nya adalah banyak nya jumlah, entah itu di dalam nya juga termasuk berkualitas secara keseluruhan, sebagian atau bahkan tidak ada kualitas nya.

Kita akan memulai pada pembahasan pertama tentang kualitas dan kuantitas , dari suatu bidang yang di dalam nya ada bagian :

KUALITAS & KUANTITAS DALAM LINGKUP BISNIS

Bisnis sangat kompleks kalau itu di katakan sebagai real bisnis, tapi karena ada bahasa atau fakta lain yaitu bisnis kecil – kecilan, bisnis rumahan, bisnis emak – emak, bisnis kaum rebahan, bisnis online dll. Maka saya buat umum menjadi BISNIS di level apapun.

Dalam bisnis pasti anda akan berhubungan dengan orang lain, entah itu sebagai karyawan atau team anda, sebagai partner, sebagai konsumen, sebagai mentor.

Dan pastinya ada sesuatu yang anda jual baik berupa barang fisik, digital, ataupun berupa bentuk jasa ( layanan ) yang semua komponen dari orang dan sesuatu yang anda jual tersebut akan menentukan kesuksesan anda dalam mengarungi sebuah bisnis.

Tolak ukur kesuksesan sudah sering saya bahas di tulisan – tulisan saya sebelum nya yah.

Lalu dimana posisi kualitas dan kuantitas tersebut ?

Posisi kualitas pada saat belum memiliki tujuan bisnis yang fix ( masih bermindset dan berpola dagang )

Jika anda belum terlalu menyadari sebelum nya mungkin tujuan anda berbisnis adalah tentang keuntungan semata atau yang penting laku menjadi prioritas utama, tidak terlalu peduli atau tidak ingin mengukur terutama dalam hal kualitas, karena saya tau pasti anda hanya mengukur tentang kuantitas saja, atau sedikit sekali membahas, mendalami memperhatikan tentang kualitas

Misalnya berapa penjulan hari ini, berapa profit hari ini, dan itu normal dan wajar itu adalah cara berpikir dasar menjadi seorang pebisnis YES, REVENUE ( OMZET DAN PROFIT )

Point No 1, akan saya akan bagi di masing – masing komponen sesuai peran, dimana kita akan melihat faktor kualitas dan kuantitas diantaranya :

A. TEAM ( KUALITAS & KUANTITAS )

Bisnis yang besar dan sukses salah satu yang harus ada di dalam nya adalah team, dan team ini bukan asal di sebut team, akan tetapi di dalam bisnis yang kuat, besar dan sukses pasti terdapat team yang hebat dan kuat ( Berkualitas ) !

Bagaimana dapat mengetahui team anda adalah team yang hebat ( Berkualitas ) ? secara garis besar anda lah yang bisa mengetahui nya secara presisi,

Tapi secara umum team yang hebat adalah bagaimana team tersebut mampu menjalankan peran nya dengan baik dan maksimal, mampu menyatu dengan misi, visi dan budaya perusahaan sekaligus terdorong untuk selalu membuat tempat mereka bernaung ( perusahaan ) untuk terus maju, memiliki mentalitas yang kuat & daya juang tinggi, solid, mampu bekerjasama dengan baik, dan menjaga nama baik dirinya ataupun perusahaan nya.

Itu adalah gambaran team yang kuat secara umum, untuk menentukan lebih detail, maka sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan anda, jadi anda bisa menemukan porsi yang dapat anda nilai mana team yang kuat dan hebat untuk perusahaan anda, maka disini kita bicara kualitas Ok.

Lalu peran kuantitas apakah di perlukan di dalam sebuah team ?

“Bisa iya, Bisa tidak” tergantung keinginan anda, mau yang pas, banyak, atau banyak banget, TAPI yang menjadi catatan disini bukanlah tentang keinginan, karena banyak orang di luar sana yang ingin memiliki team yang banyak agar terlihat keren & kelihat sukses, tapi sebenernya belum butuh, bahkan belum mampu, baik secara financial, teknis, leadership !

Jadi agar efektif anda mulai harus terbiasa dengan kata kebutuhan untuk urusan yang menjadi inti hidup anda contoh, ( usaha anda, ibadah anda ). Seperti tentang team anda tadi yang ada di dalam lingkup usaha anda, jika belum butuh ya jangan di paksakan kecuali butuh harus di usahakan.

kalau dalam ibadah misalnya Haji, jadikan itu kebutuhan yang memang harus mengusahakan nya. Atau misalkan anda punya keinginan untuk liburan ke hongkong, itu namanya keinginan tapi anda harus utamakan kebutuhan dulu yaitu pergi haji / umroh.. OK Sudah mulai tercerahkan yah tentang analogi nya ? hehe

Jadi jika anda butuhnya 4 team saja, ya sudah cukup anda memiliki 4 team tapi berkualitas itu jauh lebih baik, dari pada memaksakan memiliki 12 team tapi tidak berkualitas dan belum anda butuhkan atau malah nanti jadi bikin masalah. Maka faktor kuantitas untuk tahap ini di abaikan dulu, karena anda sudah memiliki kualitas itu tadi, yang dibutuhkan dan tentu saja menguntungkan bisnis anda dan team anda.

Itu dari segi kebutuhan yah, yang ada 2 pilihan antara 4 team ataupun 12 team, Tapi sekarang kita balik keadaan nya bagaimana jika anda sudah memiliki 12 team akan tetapi malah membuat perusahaan anda tidak stabil, dari sisi internal maupun eksternal ?

Tidak stabil artinya terjadi goncangan yang membuat perusahaan anda menghadapi masalah yang berdampak kepada susah nya perusahaan anda untuk maju, atau malah merugi, banyak komplain dll.

Jika faktor kuantitas 12 team lebih banyak menjadi masalah, sedangkan faktor kualitas dengan 4 team tadi dapat menjadi solusi, maka kualitas disini yang harus di utamakan.

Tapi harapan saya dengan 12 team anda tersebut selain kuantitas nya banyak juga kualitas nya juga oke, dengan kuantitas yang banyak secara umum akan menghasilkan sesuatu yang lebih bukan, apalagi bila di dukung dengan kualitas.

“SEDIKIT TAPI BERKUALITAS AKAN BISA MENGENDALIKAN JUMLAH YANG BANYAK” ( Silahkan anda berpikir dari berbagi sudut pandang )

” Untuk hal ini jadilah seperti singa bukan seperti gerombolan domba atau bebek “

B. PRODUK JASA, PRODUK FISIK, DIGITAL ( KUALITAS & KUANTITAS )

Menjual barang barang berkualitas bukan berarti mengabaikan kuantitas yah, tetep kita harus mengusahakan keduanya ( kualitas dapat kuantitas dapat )

Tapi masalahnya kadang – kadang ada pertimbangan lain kenapa kita mengabaikan kualitas, terutama pada saat lagi ada yang namanya trend sesuatu, yang dimana kalau kita menjual produk itu bakal panen raya dalam waktu singkat, bodo amat masalah kualitas..  toh trend ini cuma sebentar kok, jadi harus bisa di manfaatkan

Jika anda berprinsip meraih untung sebanyak – banyak nya tanpa perduli seberapa banyak orang yang kecewa, maka menjual produk dengan kuantitas sebanyak mungkin, atau jika jasa maka menerima klien sebanyak mungkin tanpa memperdulikan berapa banyak orang yang kecewa akan produk dan layanan anda, maka kuantitas disini menjadi pilihan, pokoknya yang penting untung,

Entar kabur aja ganti produk ganti nomor hp, walaupun itu merepotkan. Dan jujur ini juga pernah saya lakukan, tapi seiring berjalan nya waktu saya mulai sadar bahwa dalam bisnis harus membangun namanya integritas, karena akan sangat berpengaruh kepada kemajuan usaha kita kedepan nya.

Maka dari sejak itu ketika saya menjual suatu barang, tapi barang tersebut lebih cenderung banyak feedback negatif maka saya akan berhenti menjualnya, tapi jika dominan dengan feedback positif maka akan saya pertahankan karena ada beberapa pertimbangan.

Lalu jika memiliki pondasi dan tujuan bisnis adalah ibadah, menyediakan solusi, dan ingin membangun silaturahmi dengan big customer. ( Disamping keuntungan financial loh yah, karena kalau ini pasti )

Maka anda akan sangat hati – hati dalam meriset dan menyediakan sebuah produk demi tercapainya tujuan bisnis anda itu, seperti halnya produk otomotif dari jepang, ini saya contoh aja yah, mereka sangat lah memperhatikan kualitas yang di imbangi juga dengan membaca siklus ekonomi pasar ( kebanyakan harga realistis dan dapat di jangkau market )

mereka menerapkan kualitas produk yang begitu baik, sehingga bisnis bisa bertahan sampai puluhan tahun BAHKAN MENJADI BRAND MINDED Kalau boleh saya menyebut nya, itu bahasa yang saya buat aja sih hehe, karena masyarakat indonesia sudah pasti kebanyakan dipikran mereka amat yakin dengan produk otomotif dari jepang ini.

Walaupun banyak produk yang di buat mirip dan harga jauh lebih murah tapi saya yakin anda juga akan tetep percaya akan kualitas produk otomotif dari jepang ini, iya kan ?

yang perlu anda tau di awal mereka tidak pernah mengutamakan kuantitas dulu, melainkan harus mendapatkan feedback terlebih dahulu jika positif maka otomatis permintaan akan banyak dan disinilah peran dari pada kuantitas yang akan mengikuti dengan mendahulukan kualitas.

Lalu jika benar – benar memang produk yang sudah terlanjur di keluarkan tapi mendapatkan feedback negatif, maka produk tersebut akan ada pembaharuan, dan itu sudah terjadi pada salah satu merek sepeda motor milik salah satu brand dari jepang yang ada di indonesia.

Jadi seperti itulah menurut pandangan saya, Tentang mana yang lebih penting kualitas atau kuantitas ?

kesimpulan nya adalah utamakan dan usahakan kualitas terlebih dahulu lalu di maksimalkan sebelum anda berhadapan atau memiliki ambisi untuk kuantitas, apapun itu, yang tanpa di dukung dengan kualitas yang baik di awal, pasti semua akan amburadul.

Baik tentang kepada konsumen, baik tentang stabilitas organisasi atau perusahaan, dan itu adalah faktor yang akan berpengaruh besar kepada masa depan, apa yang sedang anda usahakan saat ini.

Sebenernya masih banyak yang mau saya tulis, termasuk kualitas dan kuantitas di dalam komunitas, lalu tentang kualitas dan kuantitas dalam skill / teknis. Tapi saya kira apa yang sudah saya tulis telah mewakili nya secara umum yah.

Penutupun : Kualitas itu teruslah di usahakan dan menjadi pondasi, lalu pastikan ok, maka kuantitas insya allah akan mengikuti , sekian artikel kali ini, mana yang lebih penting kualitas atau kuantitas ? Semoga bermanfaat

Salam Uun WE

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *