Cara menciptakan winning produk

Cara menciptakan winning produk

Posted on

Tidak perlu menjual banyak atau bahkan ratusan jenis produk untuk anda bisa sukses di internet marketing cukup 1 atau 2 jenis produk saja sudah cukup. Dengan catatan yang di jual itu winning produk !

Lalu apa yang di maksud winning produk, apa contoh nya, saya akan jelaskan, beserta cara menciptakan winning produk dibawah ini.

Banyak sekali dari kalangan internet marketer terutama mereka yang meggunakan traffic facebook ads dan juga google ads, yang membicarakan lalu mengistimewakan sebuah kata yang berhubungan langsung dengan konsumen yaitu produk.

Tapi bukan nama produk nya yang di bahas, melainkan istilah produk yang winning atau tidak winning, jika berhasil menjual produk yang winning maka akan membuat para advertiser ini mendadak jadi jutawan dengan tidak perlu membutuhkan waktu yang lama, Apakah benar ? Bukan nya semua produk itu bisa laris, tergantung siapa yang menjual nya ?

Jawabanya kalau menurut pendapat saya adalah benar, bahwa ada yang namanya produk winning dan tidak semua produk itu bisa laris, walaupun di tangani oleh marketer yang memiliki jam terbang tinggi dan memiliki reputasi sangat super dalam bidang penjualan sekalipun.

Terserah anda sih kalau mau protes hehe.., saya akan bahas di artikel ini, kenapa saya bisa berpendapat seperti itu, dan tentu yang sependapat dengan saya juga banyak pasti nya.

Berikut saya akan kasih contoh yang mudah untuk di pahami yaitu Toyota, apa anda pernah berpikiran bahwa produk dari brand toyota yang di lauching itu laris semua ? Pastinya tidak.. padahal kita tau produk dari toyota ini banyak variannya, tapi yang laku keras hanya beberapa, tapi kali ini saya contohkan 1 varian saja karena yang paling fenomenal dan jelas banget.

Iyah, toyota ada produk yang memang menjadi andalan dan terbukti memberikan efek besar kepada perusahaan mereka terutama dari omzet maupun profit penjualan mobil dari merek toyota ini, temen – temen pasti tau, apa lagi kalau bukan toyota avanza.

Bisa temen – temen lihat list nya di bawah ini :

toyota avanza winning produk

Itu dia konteks dari pada winning produk, Avanza adalah salah satu dari jutaan studi kasus dari berbagai macam produk dan merek yang itu adalah sebuah winning produk.

Salah satu dampak yang bisa kita temukan dengan jelas pada winning produk adalah “LARIS” Iya laris adalah indikator utama dari sebuah winning produk, tentu harus di dukung dengan pemasaran yang baik juga yah.

Karena Winning produk adalah bagian dari pada winning campaign, tapi kita tidak akan membahas brand toyota secara khusus dalam artikel tentang winning produk ini, itu hanya referensi agar mudah di mengerti supaya alur tentang artikel winning produk ini, akan dapat di cerna dengan mudah oleh teman – teman yang membutuhkan informasi ini.

Jadi winning produk ini adalah sebuah produk yang saat di launching dan di promosikan ke dalam target market, akan melahirkan banyak dari mereka yang memiliki presepsi atau pemikiran yang sama bahwa produk tersebut layak di beli atau di miliki.

Entah dari sisi desain nya, dari sisi harga nya, dari sisi fungsi nya, konten nya, offer nya dll ( 1 komposisi lengkap ) Pokoknya market banyak berpendapat sama, seperti yang sudah saya jelaskan tadi.

Pertimbangan nya banyak untuk dapat menemukan atau menciptakan winning produk itu, dan tidak ada jalan lain selain testing, untuk brand toyota pasti memiliki cara tersendiri sudah punya blueprint, dari tahap mulai, terus testing, sampai menemui hasil yang berubah menjadi keputusan dari produk yang telah di launching tersebut winning atau tidak, dan kalau winning mereka tinggal memikirkan strategy selanjutnya termasuk scaleup.

Karena dari segi brand dan dari segi perusahaan, mereka sudah lebih dari kata mumpuni dalam banyak sektor, tapi akan kepanjangan kalau mbahas ini, sudah yah yang penting anda sudah memahami nya dengan mudah.

Tapi kalau cara testing oleh internet marketer yang jualanya harga ratusan ribu, belum punya brand, dan modal juga belum besar, dan lain macam yang tidak bisa di sejajarkan dengan toyota itu lalu bagaimana, agar dapat menemukan atau menciptakan winning produk ala internet marketer ?

Sebelum melangkah testing maka ada yang namanya knowledge atau sebuah data pengetahuan matang yang anda miliki dan sudah berbentuk framework atau kerangka yang kemudian menjadi blueprint

Karena kalau kita testing tanpa knowledge awal yang di susun akan sangat beresiko tinggi, misal nya anda asal  cari barang di tokopedia lalu ketemu, terus bikin landing page, terus ngiklan

Maka selain lebih beresiko secara financial, juga akan menipiskan harapan produk tersebut akan winning dan anda gagal ! yah walaupun tidak banyak dan tidak telak misalnya cuma habis ratusan ribu buat testing, lalu berhasil menentukan bahwa produk itu gak winning.

Tapi menurut saya buang – buang waktu dan uang untuk sesuatu yang tidak jelas atau dengan lebih mengedepankan keberuntungan mending jangan di lakukan, karena itu semacam judi togel hehe, seneng, feeling, pasang nunggu kabar baik ( walaupun kadang ada yang pakai rumusan ) tapi tetap saja ujung nya adalah untung – untungan atau tebak – tebakan, sedangkan bisnis tidak ada kata tebak – tebakan semua harus pakai ukuran dan angka yang jelas bisa di capai dalam waktu yang telah di tentukan, apapbila di dasari dengan komponen – komponen yang mendukung seperti keilmuan, pengalaman, modal dll.

Jadi sebelum melakukan testing dan mengambil keputusan, berikut langkah – langkah berdasarkan yang saya lakukan sampai menemukan winning produk atau membuat produk tersebut kemungkinan besar menjadi winning, berdasarkan knowledge yang kita miliki sebelum testing sampai scale up bisnis dengan menjual produk tersebut.

Scale up bisnis ini bukan cuma iklan doang yah, lain waktu saya akan bahas, tapi kali ini kita fokus di winning produk dulu, lalu bagaimana langkah – langkah untuk mendapatkan knowledge dan menjadi kerangka lengkap, untuk menjadi basis utama produk yang kita jual akan winning ?

1. Tentukan Industri 

Mungkin terdengar kejauhan bagi sebagian orang, ini seperti semacam tambang emas di tengah hutan yang anda tau bahwa ada emas di dalam tengah hutan tersebut, semakin sering anda masuk / mencoba memahami jalan hutan tersebut maka semakin hafal, semakin ngerti celah nya, semakin peralatan lengkap semakin mudah untuk menebas penghalang jalan yang memang perlu disingkirkan, semakin dalam anda melangkah maka semakin banyak pengalaman anda, sampai pada waktunya anda menemukan dan mengeruk emas tersebut.

Itu adalah analogi fundamental nya, yang membuat anda berpikir lebih jauh sekarang, untuk menerapkan di dalam bisnis.

Dan percayalah dengan anda menguasai 1 indutri tertentu lalu memfokuskan, maka akan menjadikan anda handal lalu akan memudahkan langkah – langkah anda kedepan, meskipun pada awalnya akan memerlukan banyak waktu atau effort yang di luar kewajaran untuk menemukan moment juara anda.

Bagaimana cara memilih industri yang ingin anda masuki ?

Industri banyak macam nya, dan nanti akan ada pengecilan skala agar lebih spesifik yang akan semakin memudahkan anda untuk masuk dan menentukan, Misalnya :

Industri otomotif, industri makanan, industri kesehatan, industri fashion, industri kecantikan, industri hiburan dll.

sekarang mulai mengecilkan skala, saya buat contoh misalnya industri kecantikan :

Cara mengecilkan skala adalah dengan problem mapping, yaitu mengidentifikasi masalah yang akan di selesaikan secara komprehensif.

Dan kecantikan ini sangat luas kalau kita memetakan bagian kepala saja sudah akan menemukan banyak masalah atau harapan target market yang bisa di selesaikan.

Karena terlalu broad atau luas, maka diperlukan langkah lagi untuk memperkecil nya, agar semakin spesifik, semakin spesifik semakin anda mudah dan semakin besar kemungkinan untuk tepat sasaran kepada target market ini.

Maka disini anda bisa memilih untuk menyelesaikan bagian hidung saja contoh nya, banyak orang hidung nya pingin mancung maka anda main di sektor ini.

Atau Rambut, banyak orang yang rambutnya kepengin lurus tapi gak kelihatan itu di rebonding dan sejenis nya, mereka pengin rambutnya lurus tapi kelihatan alami.

Tidak sulit sebenernya, atau kalau anda memiliki hoby tertentu, senang mengoleksi sepatu ( industri fashion ) misalnya, dari pada anda konsumtif terus yang juga menyenangkan anda. Maka ini juga akan membuat anda lebih senang karena bisa menghasilkan, coba mulai dari industri fashion yang anda temukan berdasarkan hoby konsumtif anda tersebut.

2. Problem Mapping / Memetakan Masalah

Banyak dari para marketer kalau di suruh menentukan market nya dulu langsung kliengan pusing hehe, termasuk saya sendiri, maka dari itu saya lebih suka memetakan masalah yang nanti akan di barengi dengan ketemu nya target market / kriteria market nya.

Memang secara teori ketika kita mau jualan produk banyak orang yang mengatakan, mulai dengan menentukan target market nya dulu, bagi yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi tentu ini tidak terlalu menjadi masalah, tapi ketika teknik ini di praktikkan kepada seseorang yang belum cukup memiliki experience, maka dari situlah akan muncul kebingungan.

Maka dari itu tips dari saya adalah dengan memetakan masalah terlebih dahulu yang bisa kita mulai dari lingkungan di sekitar kita, buku yang kita baca, video di youtube yang kita lihat, jadi nanti akan berjalan ber iringan antara problem mapping sekaligus akan menemukan target market yang sesuia.

Lalu dari mana kita mulai melakukan pemetaan masalah ( problem mapping tersebut )

Mengamati hal sederhana yang anda lihat :

Ini untuk melatih kepekaan pemikiran teman – teman nantinya, akan terlihat sederhana sekali pada awalnya, tapi percayalah semakin anda sering mengamati semakin anda memiliki insting yang tajam.

kalau kita lihat gojek itu juga dari pemikiran sederhana bukan ? melihat kemacetan lalu bagaimana menciptakan sebuah produk yang dapat mengatasi nya, berupa transportasi online ( bahasa gampang aja deh ) hehe

Lalu akan berkembang ke hal lain termasuk dalam pesan antar makanan cepat cuma lewat hp.

Tapi gak usah jauh – jauh ke gojek terlebih dahulu yah, biasa saya selalu menganalogikan biar pembahasan kita dapat masuk di akal serta mudah bagi teman – teman untuk dapat mengembangkan, atau berimprovisasi.

Saya akan ambil contoh untuk problem mapping ala internet marketer sekarang :

Dari lingkungan terlebih dahulu jika anda menjumpai orang jalan kaki tapi kok kantong nya penuh dengan barang seperti gak nyaman gitu, maka tinggal kita petakan saja masalah nya.

Misal dia adalah laki – laki / perempuan tidak terlalu tua ( berbau millenial yang udah berkeluarga ), baik dah punya anak atau belum, kalau sudah punya anak dia suka mengajak anak dan istri nya jalan – jalan sore.

Dia seperti kesulitan dalam membawa barang, baik hp, dompet, mainan anak nya, rokok nya dll.

Maka solusi yang bisa kita tawarkan adalah bagaimana mempermudah mas – mas / mba – mba ini, untuk membawa barang bawaan nya, tapi tidak seperti orang mau tamasya.

Artinya sudah ketemu apa yang akan kita mainkan disini, yaitu tas yang flexibel tidak terlalu besar, desain bagus, dan yang penting fungsional, yang mengarah pas kepada kebutuhan dan penyelesain kepada market ini.

Kelihatan sepele yah ? Iya memang dan kelihatan tidak perlu untuk di pelajari, namun hal – hal kecil seperti ini telah menjadi bahan penelitian dari pada brand2 besar di dalam nasional maupun internasional.

Saya ambil contoh lagi deh, dengan hal yang sangat kecil bahkan luput dari perhatian kita, tapi akan menjadi data istimewa bagi brand2 besar itu.

Contohnya kalau kita mau dengerin musik atau telpon tapi ribet dengan kabel headset, apalagi kalau lagi berkendara, ini menjadi perhatian serius bagi para pemilik merek, iya kan 🙂

Coba deh mulai sekarang sedikit berusaha untuk agak kritis akan hal – hal yang mungkin menyangkut pada diri anda, misal menyangkut ketidak nyamanan, keinginan, kebutuhan dll. Jadikan itu sebagai inspirasi untuk problem mapping ini.

Oke kembali lagi ke hal dengerin musik atau telpon pada saat berkendara ( walaupun gak recomended ) tapi disaat urgent kita masih tetap bisa untuk di telpon atau telpon walaupun itu sedang berkendara dan yang paling penting tetap safety

Maka disini yang dibutuhkan headset yang tanpa kabel lalu tinggal tempel di kuping, yang tidak mengurangi fungsi nya atau kegunaan nya apabila harus pakai kabel. Sepele kan ? tapi buktinya produk jenis ini laris dan banyak bertebaran..

Oke itu dia problem mapping yang sederhana yang akan berbarengan dengan menemukan target market, sangat mudah untuk di telaah dan juga sangat mudah untuk anda kembangkan bukan, dengan penjabaran yang saya buat, amin mudah – mudahan.

3. Menggali data peminat

Yang berikutnya adalah bagaimana kita dapat tau seberapa besar volume data ketertarikan dari apa yang mau kita selesaikan masalahnya, yang udah kita petakan sebelum nya.

Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan market size atau sebrapa besar potensial market yang dapat kita terjang, karena kalau semakin besar dan semakin sepesifik maka produk yang akan kita pasarkan ini lebih cenderung bisa untuk di scaleup.

Darimana mendapatkan data tersebut ?

Gampang, karena yang saya bahas spesifik tentang winning produk di ranah internet marketer maka jelas kita akan fokus pemasaran di kawasan internet ini.

Tidak akan sulit untuk mendapatkan data seperti hanya offline yang di tuntut untuk survey langsung di lapangan, walaupun sekarang sudah banyak yang meriset data bisnis offline dengan cara online, padahal fokus nya hanya di offline.

Data bisa anda dapatkan dengan menggunakan tools ( alat ) contoh dengan pencarian keywoard di youtube, pencarian keywoard di marketplace, di google keywoard tools dll.

Saya tidak akan menjelaskan teknis nya, karena sudah bertebaran kalau teknis di youtube yah dan kalau teknis itu mudah.

Makanya saya sangat jarang sekali untuk menulis tentang teknis selain karena mudah ( asalkan minat mempelajarinya ) dan sudah banyak bertebaran di youtube, oleh karena itu saya lebih suka menulis tentang fundamental pemahaman dan pemikiran secara komprehensif, yang ini malah 80 % menjadi penentu kesuksesan.

Setelah kita mendapatkan data tersebut maka akan kita oleh menjadi sebuah knowledge, jika sudah memenuhi kriteria berdasarkan market size nya dan spesifik tadi, maka sudah cukup, tinggal mencari produk nya atau membuat nya, akan saya bahas di point no 4.

Tapi kalau belum pas dari market size dan juga tidak spesifik maka cari lagi dan jika anda lupa maka baca lagi dari pembahasan pertama artikel saya, kalau sudah ya lanjut mencari suplier di marketplace atau di timeline iklan facebook yg biasanya banyak menawarkan kerjasama baik jadi reseller atau agen, yang produk nya sesuai dengan apa yang sudah kita petakan sebelum nya.

Dan saya sarankan untuk lebih dari satu produk, tapi memiliki kesamaan dari yang sudah kita petakan sebelum nya, terutama dari segi solusi, artinya biarpun beda produk tapi menyelesaikan masalah yang sama.

4. Menggenerate Value

Dalam pembahasan ke 4 kali ini saya akan gabungkan antara mencari produk nya, atau malah mau langsung membuat produk nya ( tapi kalau saran saya untuk yang ini jangan dulu sebelum tau hasil dari testing ) Tapi kalau sudah yakin karena anda melihat kompetitor sukses dengan solusi yang mirip – mirip untuk target market tersebut. Lalu anda ingin membuat produk nya yang berbeda atau pun agak sama, point intinya ya tetap ngasih solusi yang sama.

Dengan catatan harus tetap di imbangi dengan kemampuan anda yah, termasuk keilmuan, pengalaman, modal juga kalau mau langsung buat sendiri.

Tapi kita akan fokuskan ke dalam mencari produk nya lalu menggenerate value atau differentiation ( pembeda ) dari yang sudah ada, walaupun itu sedikit.

Value disini nilai lebih dan bukan melulu harus bonus, tidak melulu harus ada fitur tambahan, bahkan konten atau penjelasan produk yang kita suguhkan juga termasuk value, misal bisa memberikan penjelasan yang market tadinya tidak sadar menjadi sadar dan menjadi butuh, itu juga salah satu nilai lebih kita.

Baik di banding kompetitor ataupun konsumen itu sendiri, Dari mana mendapatkan ide untuk menggenerate value ?

Jika masih blenk sebelum nya, maka bisa anda mulai dari mengamati kompetitor apa yang mau kita bedakan dengan punya dia dan bagaimana membuat produk kita menjadi lebih menarik yang membuat konsumen memilih produk kita.

Itu lah mengapa bisnis kalau ada kompetitornya akan jauh lebih mudah untuk di jalankan karena ada acuan dari segi strategy berhubungan dengan konsumen. Bagaimana copywrting nya, bagaimana desain nya, bagaimana alur penjualan nya dll.

Tinggal kita cari pembeda nya saja yang dapat menambah nilai lebih, Contoh : Produk dia menurut kita kurang dari segi warna, maka kita buat warna yang lebih keren, copywriting nya terlalu bertele – tele menurut kita, maka kita buat sesingkat dan sejelas mungkin, dia ngiklan nya cuma pakai foto kalau saya pakai video pasti konsmen akan lebih tercerahkan, keputusan yang di buat konsumen akan lebih mengarah ke konversi lebih cepat dan tentunya akan menjadikan produk saya lebih laris, dia bisa ngasih beli 3 gratis 1 maka tinggal kita rumuskan bagaimana kita dapat menjual beli 3 gratis 1 + di tambah ebook, dan masih tetap untung dari segi ROI nya.

Jadi intinya manfaatkan kompetitor terlebih dahulu untuk menggenerate value, dan menciptakan pembeda, jika anda benar – benar masih blank sebelum nya.

5. Merancang strategy launching

Baiklah ini dia waktu yang paling mendebarkan, tapi anda tidak perlu khawatir karena yang saya share di setiap tulisan saya adalah original dan berdasarkan pengalaman saya, untuk kasus winning produk presentase nya adalah 10 : 1, 9 keberhasian 1 adalah kegagalan.

Boleh di bilang produk yang setiap kali saya launching lebih besar winning nya dari pada boncos nya, dan memang sangat di perlukan strategy khusus yang akan saya bahas sekarang, bagaimana merancang strategy launching, setelah anda menyiapkan semua nya, setiap platform akan berbeda – beda caranya, maka akan saya jelaskan secara singkat tapi kena pada point intinya :

Ini bisa anda terapkan dengan catatan sudah beres semua dari point 1 sampai point 4 yang sudah saya bahas.

1.  Launching secara bersamaan jika anda sudah menyiapkan lebih dari satu produk tapi menyelesaikan masalah yang sama, ini berlaku di platform manapun, atau jika hanya 1 produk maka buat beberapa angel ( baik foto produk, judul produk, copywriting ) walaupun produk sama tapi bervariasi konten offer nya.

2. Penentuan standart ( ROI ) hasil dari yang sudah kita keluarkan, bila anda menentukan standart profit 1 juta dari iklan 2 juta lalu anda mengatakan itu winning maka itulah winning, karena pada dasarnya dari awal sudah kelihatan, cara nya ada di no 3 untuk cepat mendapatkan informasi terkait winning atau tidak

3. Platform launching produk

A. Marketplace, Jika anda launching di marketplace maka gunakan BID IKLAN YANG PALING TINGGI dan membidik kata kunci sesuai masalah yang akan di selesaikan, ini bertujuan untuk mendapatkan data secepat nya, traffic secepat nya, konversi secepat nya dan keputusan secepat nya.

Jika pertama kali anda launching produk anda terjual dan mendapat keuntungan lebih dari pada budget iklan yang anda keluarkan atau malah sebalik nya tidak membawa keuntungan, tenang masih ada langkah selanjutnya ya itu evaluasi launching perdana, karena kalau awal – awal mungkin ada banyak yang belum seutuh nya kita lakukan di dalam konteks strategy marketing nya lakukan percobaan selama maksimal 12 hari dengan 3 kali percobaan.

Jika sudah dapat untung atau ROI nya positif, maka tinggal merancang strategy untuk memperbesar sales nya.

B. Media sosial Ads Dan Google Ads

Konsep nya hampir sama tetap acuan nya adalah ROI, Tapi disini bukan membahas tentang BID seperti di marketplace, Karena kalau di awal untuk platform ini, anda harus menggunakan automatic bid yang itu terserah dari pada yang punya platform dalam menentukan harga per konversi.

Tapi di platform ini, anda akan menggunakan banyak variatif iklan, mulai dari campaign nya, adset ( targeting nya ) ad ( konten iklan nya ) landing page nya, buatlah sebanyak mungkin, dan nanti anda akan tau mana yang paling the best di antara variasi yang telah anda keluarkan dalam bentuk iklan.

Jika anda gagal di percobaan pertama seperti yang saya jelaskan di point A maka akan berlaku juga di point B yaitu evaluasi seperti konten iklan, targetting, copywriting, dll. Di ubah dan lakukan percobaan kedua, karena seperti yang sudah saya bilang tadi kadang percobaan pertama masih belum seutuh nya tersentuh oleh kita, bahkan idea briliant akan lahir pada saat berlangsung nya campaign, atau pada saat mendapat hasil baik hasil yang sesuai dengan standart yang telah kita buat atau malah sebalik nya.

Ulangi sampai final nya adalah maksimal 3 kali percobaan selama kurun waktu 12 hari.

Dari pengalaman saya seringnya hanya 2 – 3 hari saya sudah bisa ambil keputusan dan produk itu winning, dan yang tak kalah penting ada juga di point no 6 di bawah ini.

6. Momentum

Dari semua yang telah di bahas dan inilah yang juga faktor yang juga paling menentukan, dan ini juga alasan marketer yang memiliki jam terbang tinggi juga gagal dalam launcing produk, atau kurang memuaskan. Faktornya adalah momentum, dimana kalau kita sudah  maksimal dalam melaksanankan sesuai kaidah – kaidah marketing dari tahap awal sampai akhir ( benar menurut kita maksud nya ) yang di ambil dari pengalaman.

Kalau momentum nya kurang pas, ya pasti tetap produk kemungkinan tidak akan winning nya cukup besar, jadi bagaimana kita menemukan momentum yang pas ?

Secara teori itu bisa di baca dengan peristiwa – peristiwa yang muncul, bisa jauh – jauh hari kita mendeteksinya, waktu yang sedikit mepet, atau kalau peristiwa itu sudah berjalan.

Contohnya, ini contoh yah biar gampang yaitu momentum puasa ramadhan, musim pernikahan, hujan, atau musim panas atau yang lainnya, karena masih banyak momentum – momentum lain di luar momentum rutinan tersebut. Yang datang nya tidak terduga contoh kalau saat ini ya sepeda, sepeda sekarang menjadi winning produk loh

Kemampuan untuk menganalisis momentum ini akan anda peroleh setelah anda memiliki kesempatan cukup sering dalam hal action menjual produk. Nanti anda akan mendapatkan best moment nya seiring berjalan nya waktu, dan disini saya hanya memberitahu anda gambaran secara luas, karena kalau soal momentum tidak bisa di pukul rata antara apa yang saya pikirkan dengan apa yang anda pikirkan, jadi yang terpenting adalah faktor momentum juga menentukan produk yang kita launching akan winning, selain dari hal yang sudah saya bahas sebelum nya.

7. Kesimpulan

Di tahap akhir saya ingin menekan kan kepada anda bahwa jika anda melakukan sesuai dengan yang sudah saya jelaskan dari tulisan saya paling awal sampai akhir insya allah produk yang anda launching akan winning.

Terlepas dari berbagai macam faktor, seperti jam terbang dan juga anugrah yang di berikan tuhan, seperti FEELING PRODUK ( yang mana kalau dia yakin produk itu winning akan jadi winning beneran ) dalam ranah ini tetep bisa di telaah dengan cara ilmiah, yang sudah saya sebutkan dari tulisan saya sampai dengan akhir, maka bacalah keseluruhan nya yah 🙂

Pesan saya jika anda sudah mahir dalam hal teknis maka upgrade ilmu dengan mendalami segala hal yang berhubungan dengan pikiran.

Jika anda ingin belajar teknis belajarlah dari video atau tatap muka langsung, jika anda ingin belajar tentang segala yang berhubungan dengan pikiran maka belajarlah dengan buku, karena buku adalah buah pemikiran yang menjadi makanan orang – orang hebat di dunia ini.

Baik sudah sampai di ujung sekian saya ucapkan terimakasih telah membaca tulisan saya tentang Cara menciptakan winning produk, semoga dapat memberikan insight bagi temen – temen semua pengunjung blog saya.

Salam

Uun WE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *